Monday, May 18, 2009

Bermimpilah yang besar


Bermimpilah yang besar karena impian itu bisa terwujud
itulah mengapa dalam menjalani hidup aku selalu memiliki impian
aku bersyukur karena ada sebagian dari mimpi aku telah terwujud
saat ini, aku masih memiliki impian
impian itu bukan hanya milikku.. akan tetapi juga impian kedua orang tuaku


dia yang paling mengenalku mengatakan bahwa banyak orang yang menyayangiku
mungkin apa yang dia katakan benar.
seperti semalam saat aku pulang dari Manado
ibuku sudah menyambutku, melihat aku membawa begitu banyak tas
dia-pun membantuku.
di dalam rumah ada nenekku, dia memang sudah ada di rumah sebelum aku pergi
dan dia bilang dia masih ingin menungguku
dia ingin memastikan bahwa aku pulang dengan baik-baik saja
ketika melihatku dia langsung menangis
Ya Allah ini pertama kali aku melihat dia menangis.
hatiku terenyuh, sejak kecil kakakku-lah yang selalu mendapat perhatian ekstra dari nenekku
aku selalu di nomor duakan tapi itu bukan masalah bagiku.
aku mengelus punggunggnya, aku berusaha menenangkan dia.
aku pergi 10 hari sudah membuat dia menangis, apalagi aku menikah dengan dia dan ikut tinggal di NZ.

sebenarnya aku takut untuk memiliki harapan.
aku tidak siap ketika harapanku itu tidak dapat terwujud.
kenapa aku selalu berada dalam hubungan jarak jauh?
Aku tidak tahu apa yang Allah rencanakan untukku
bagaimana kalau hubungan aku yang sekarang akan kandas juga seperti sebelum-sebelumnya
arrgghhh... rasanya aku sudah tidak kuat lagi
aku terlalu letih untuk membuka kembali lembaran baru.
hopefully we can together soon.



Saturday, January 17, 2009

Ice cream untuk membuat aku tersenyum















sebenarnya pria yang meninggalkan kamu adalah pria yang bodoh, dan sungguh beruntung pria yang bisa mendapatkan kamu.

kalimat itu seringkali terucap dari pria yang baru saja mengenalku. ingin rasanya aku percaya ucapan mereka. tapi aku hanyalah aku, tidak ada sesuatu yang istimewa dari diriku.

mungkin mereka hanya ingin membuat aku tersenyum. karena apa yang aku rasakan berbanding terbalik dengan apa yang mereka ucapkan. cukup sulit untuk bertahan denganku, selain menjadi pribadi yang sangat sensitive dan moody aku juga ngambek dan cengeng. looks like a complicated personality yeah.

aku tau itu adalah sisi kanak-kanakku dan sampai sekarang aku belum bisa untuk merubah ke-aku-an. pria dalam hidupku selalu datang dan pergi. keinginanku sederhana, aku hanya ingin dia bisa ada disisiku ketika aku membutuhkannya, aku tidak meminta 24 jam dalam sehari atau 7 hari dalam seminggu untuk selalu ada disisiku.

aku hanya ingin bisa berpegang padanya ketika aku ragu, aku hanya ingin melihatnya ketika aku dalam kesendirianku. tapi kenapa rasanya hal itu sangat sulit untuk terwujud. selalu saja ada alasan yang bisa memisahkan.

aku tahu kenapa pria dalam hidupmu selalu datang dan pergi, itu karena kamu terlalu mandiri.

benarkah aku menjadi pribadi yang seperti itu? aku memang orang yang amat sangat tidak suka bergantung kepada orang lain. semua akan aku lakukan sendiri selama aku mampu.

malam ini dia menelponmu?

aku tidak berani menjawab pertanyaannya. aku memang sangat merindukannya, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. kalau pesan yang aku kirim tidak terbalas maka panggilanku untuknya pun tidak akan terdengar. aku hanya berharap bahwa suatu hari mimpi kita akan menjadi kenyataan.

maaf, tidak bermaksud membuatmu bersedih. aku hanya ingin mengingatkanmu bahwa kamu harus selalu berpikir dengan logika tidak melulu dengan perasaan. dari luar kamu terlihat sebagai wanita yang tegar, padahal hatimu sangatlah rapuh.

aku tidak apa-apa, terima kasih telah mengingatkanku. kamu tidak akan tahu apa yang aku rasakan saat ini. aku hanya berharap bahwa dia berbeda tidak seperti pria yang telah pergi dan membuatku merasakan arti sakit dalam bercinta.

ini ice cream untukmu, maaf aku tidak tahu mana yang kamu suka jadi aku membeli semua. aku bahagia bisa melihatmu tersenyum.





Friday, December 5, 2008

My Point Of View

Kemarin malam dapat sms dari temen lama mantan karyawan tempat aku bekerja sekarang, dia menanyakan apa artikel My Point Of View yang ada di Majalah Chic aku yang menulis?

Karena katanya dia amat sangat familiar dengan kata-kata ‘Zero Defect’, langsung aku teringat dengan salah satu artikel yang pernah aku kirim ke redaksi Chic.

karena sedikit tak percaya, aku balik bertanya ‘ko tau, emang dimuat ya?’ tak lama kemudian satu pesan diterima.

Iya, dimuat di Chic no. 25 yang terbit minggu ini dan ada nama mba disitu, begitu isi pesannya.

saat itu rasanya bahagia banget, ini adalah artikel pertama aku dan langsung dimuat, uhmm good start right…

Paginya aku datang ke kantor agak pagi dan langsung mengecek majalah tersebut, yup ternyata ada namaku disamping judul artikel tersebut. its very excited experience for me. meski hanya sebuah tulisan kecil di halaman belakang majalah tersebut, tapi kolom itu adalah favoritku karena selalu bisa memberikan inspirasi buatku.

next i’ll try to write another article. And hopefully, someday i could write my own book or novel ;)